Sikap keterbukaan dan iman kepada Tuhan menjadi syarat agar karya ajaib atau mujizat Tuhan hadir dalam kehidupan kita.
Selagi masih ada kesempatan, marilah kita berusaha untuk berkomitmen mengelola, merawat dan membaharui hidup kita secara lebih baik.
Sebagaimana yang pernah dikatakan oleh Paus Fransiskus: “Tuhan tidak pernah lelah mengampuni kita, namun justru kitalah yang sering bosan memohon rahmat pengampunan-Nya”.
Virus iri hati ini menimbulkan persaingan yang tidak sehat, konfilik dan kekerasan dalam hidup bersama. Bahkan, sikap iri hati seringkali melukai dan merusak relasi dengan orang-orang terdekat kita.
Satu-satunya alasan ia masuk neraka karena ia tidak peduli dan solider dengan penderitaan Lazarus. Sikap “mati rasa” terhadap sesama adalah jalan kepada kematian kekal.
Seburuk apapun situasi orang lain, janganlah mudah untuk menuduh, menghakimi dan menjelekan-mencemarkan nama baiknya. Perlunya sikap “merenungkan” dan “menjaga lidah”.