Pengenalan, iman dan cinta yang mendalam kepada Allah memampukan kita untuk memeluk setiap kesulitan dan penderitaan dalam hidup ini dengan penuh sabar dan gembira.
Masa Prapaskah adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk “merevisi” dan memperbaiki kesaksian hidup kita agar sejalan dan selaras dengan iman kita sebagai orang Kristiani.
Yesus berkomitmen dan setia meneladani Allah, Bapa-Nya, untuk terus bekerja dan melayani demi kebaikan dunia dan manusia. Tuhan Yesus tidak bekerja untuk mencari pengakuan atau pujian dari manusia, tetapi untuk menyatakan kehendak Bapa-Nya.
Tuhan tidak memaksa, Ia menghargai kehendak bebas kita. Kadang luka kita bertahan lama karena kita sendiri belum sungguh ingin disembuhkan.
Sabda Tuhan itu dapat menghidupkan setiap kelesuhan dan keletihan hidup kita.
Hati Allah adalah hati yang penuh dengan belas kasih. Hati yang ketika melihat pertobatan seseorang, betapapun besarnya kesalahannya, ia akan bersukacita.