Masa Prapaskah adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk “merevisi” dan memperbaiki kesaksian hidup kita agar sejalan dan selaras dengan iman kita sebagai orang Kristiani.
SALSA (SApaan Lembut Sabda Allah)
Kamis, 3 April 2025
Bac.
I: Kel 32:7-14
Mzm
Tanggapan: “Ingatlah akan daku, ya Tuhan, demi kemurahan-Mu terhadap umatku”
Injil: Yoh 5:31-47
Sapaan
lembut Sabda Allah hari mengundang kita untuk menjadi saksi kebenaran iman dan
cinta kasih dalam kehidupan ini. Dalam bacaan Injil, Yesus dengan tegas
menyatakan bahwa Dia adalah Saksi Bapa yang sejati. Melalui hidup dan
karya-Nya, Yesus memberikan kesaksian tentang kebaikan dan kasih Allah Bapa
kepada manusia. Yesus tidak pernah memberikan kesaksian tentang dirinya
sendiri, melainkan selalu memberi kesaksian apa yang dikehendaki Bapa yang
mengutus-Nya. Maka, Yesus mengecam para pemimpin agama Yahudi karena menolak
dan tidak percaya akan kesaksian-Nya. Mereka menolak karena mereka tidak
memiliki kasih setia kepada Allah: “Aku tahu bahwa di dalam hatimu, kamu
tidak mempunyai kasih kepada Allah”.
Ada
beberapa pesan inspiratif dari Sapaan Sabda Allah hari ini:
Pertama, sebagai orang Kristiani, kita dipanggil untuk memberi kesaksian tentang
kebenaran dan kasih Allah dalam hidup ini. Hendaknya kata-kata dan perbuatan
kita menghadirkan kebaikan, kebenaran dan kasih Allah. Salah satu tantangan
bagi kita di zaman modern ini adalah adanya ketidaksesuaian antara iman dan
kesaksian hidup kita.
Kedua, kita hidup dalam dunia modern ini yang marak dengan adanya hoax,
kebohongan, propaganda dan kesaksian palsu. Hal ini menyebabkan semakin kabur
dan melemahnya nilai kebenaran yang sejati. Kebenaran diperalat dan direkayasa
demi kepentingan-kepentingan pribadi. Ini menjadi tantangan bagi kita sebagai pengikut
Kristus untuk berani bersaksi tentang kebenaran dan kasih sejati.
Ketiga, salah satu kunci untuk menjadi saksi kebenaran adalah “memiliki kasih
setia kepada Allah dalam hati kita”. Sebagaimana Kristus, hendaknya kita
memiliki kasih kepada Allah sehingga mampu memberi kesaksian tentang kebenaran
dan cinta kasih lewat kata-kata dan perbuatan kita. Mungkin pertanyaan yang
perlu kita renungkan hari ini adalah bagaimana kesaksian hidupku sampai saat
ini? Masa Prapaskah adalah kesempatan yang baik bagi kita untuk “merevisi” dan
memperbaiki kesaksian hidup kita agar sejalan dan selaras dengan iman kita
sebagai orang Kristiani.
Semoga Rahmat Tuhan membantu kita untuk sungguh-sungguh menjadi saksi kebenaran dan cinta kasih Allah dalam hidup kita setiap hari, Amin. (John,cmf)