Pengenalan, iman dan cinta yang mendalam kepada Allah memampukan kita untuk memeluk setiap kesulitan dan penderitaan dalam hidup ini dengan penuh sabar dan gembira.
SALSA (SApaan Lembut Sabda Allah)
Jumat, 4 April 2025
Bac.
I: Keb. 2:1a.12-22
Mzm
Tanggapan: “Tuhan itu dekat pada orang-orang yang patah hati”
Injil:
Yoh. 7:1-2.10.25-30
Sapaan lembut Sabda Allah hari mengajak kita untuk mampu mengenal kehadiran dan karya Tuhan dalam hidup kita. Dalam bacaan Injil, Yesus mengeritik Orang Yahudi yang hanya mengenal Yesus secara dangkal, namun tidak mengenal-Nya secara mendalam sebagai Utusan dan Anak Allah. Mereka tidak mampu mengenal relasi yang sangat istimewa antara Yesus dan Bapa-Nya. Bahkan mereka menuduh Yesus sebagai penghujat dan mereka merancang untuk membunuh-Nya.
Namun,
Yesus tidak merasa takut untuk menghadapi resiko yang mengancam pelaksanaan
tugas perutusan dari Bapa-Nya. Yesus rela menderita dan mengorbankan diri-Nya
demi ketaatan dan cinta-Nya kepada Bapa yang sangat dikasihi-Nya.
Ada
beberapa pesan inspiratif dari Sapaan Sabda Allah hari ini:
Pertama, kita diundang untuk semakin mengenal secara mendalam akan identitas
Yesus. Dia bukanlah sekadar manusia biasa, tetapi Dia adalah sungguh-sungguh
Allah yang menjadi manusia, Putera Allah. Dialah Tuhan dan Penyelamat kita.
Kedua, hendaknya kita membuka hati untuk semakin mengenal kehadiran dan karya
Tuhan dalam hidup kita. Mengenal Tuhan berarti mendengarkan, menaati dan setia
melaksanakan kehendak Tuhan dalam hidup kita, bukan sebaliknya, hidup hanya
sesuai dengan kehendak diri sendiri.
Ketiga, sebagai orang Kristiani hendaknya kita menyadari relasi istimewa kita
dengan Tuhan, yakni memposisikan diri kita sebagai anak di hadapan Allah
sebagai Bapa. Maka, sebagaimana Yesus, kita harus lebih taat kepada Allah
daripada taat kepada manusia. Bahkan, kita hendaknya berani mengambil risiko,
rela menderita dan berkorban demi ketaatan dan kecintaan kepada Tuhan, Bapa
kita yang terkasih. Pengenalan, iman dan cinta yang mendalam kepada Allah
memampukan kita untuk memeluk setiap kesulitan dan penderitaan dalam hidup ini
dengan penuh sabar dan gembira.
Semoga Rahmat Tuhan memampukan kita untuk semakin mengenal, mencintai, melayani dan memuliakan Tuhan, Bapa kita dalam ziarah kehidupan ini, Amin. (John,cmf)