
"Siapa pun yang menjalankan kekuasaan tidak boleh mendorong sikap kekanak-kanakan dalam kepemimpinannya […]. Sayangnya, harus diakui bahwa situasi seperti itu lebih sering terjadi dan lebih terbukti terjadi pada kongregasi religius perempuan"
Adalah Santo Fransiskus Xaverius, yang melakukan semua hal besar ini, dalam kemiskinan yang demikian, dengan keberanian yang demikian, yang dapat memberi kita sedikit semangat ini, semangat untuk hidup demi Injil, untuk mewartakan Injil.
Marilah kita bertanya pada diri sendiri hari ini: Apakah kita [sudah dan/atau pernah] berseru kepada Roh Kudus? Apakah kita sering berdoa kepada-Nya?
Pada 24 Januari 2023, pesta Santo Fransiskus De Sales, santo pelindung jurnalis, Paus Fransiskus mempublikasikan pesannya untuk Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-57 dengan tema berbicara dengan hati. Paus dalam pesannya menyampaikan bahwa hati yang memotivasi kita untuk datang, melihat, dan mendengarkan, dan berbicara dengan hati.
Paus juga memberi alarm akan durasi waktu saat homili, katanya: “Jika homili berlangsung terlalu lama, hal itu akan mempengaruhi dua unsur khas perayaan liturgis: keseimbangan antara bagian-bagiannya dan iramanya."
"Oh hati Maria, tanur dan alat cinta kasih, nyalakanlah dalam hati saya cinta kasih kepada Allah dan sesama” (Aut. 447)
Ada sebuah proses transformasi iman yang luar biasa yang dialami para perempuan tersebut: dari pembawa rempah-rempah (Miroforas) menjadi pembawa kabar sukacita Kebangkitan Yesus (Misionaris-Rasul).
Fokus pembahasan lebih pada soal: bisakah profesi pertama dan profesi kekal itu dipercepat?