Mengenal Benih Hidup Monastik Kristen

Secara konkret, pembaktian kepada Kristus diwujudkan melalui dua sikap: mengikuti Kristus (Sequela Christi) dan meniru Kristus (Imitatio Christi) (B. Proitetti).

Hidup monastik merupakan sebuah fenomen umum (J.A. Gomez). Bentuk hidup “memisahkan diri dari dunia” demi mencapai nilai-nilai manusiawi dan spiritual yang lebih tinggi ini tidak hanya dipraktikkan dalam agama Kristen, tetapi juga terdapat dalam agama-agama dan tradisi religius lainnya.

Misalnya, jauh sebelum kekristenan lahir, para pengikut Buddha dan Jainisme di India pada abad V-VI SM telah melakukan praktik askese dan hidup terpisah dari masyarakat (Bdk. De Dreuille, OSB). Secara umum, hidup monastik Kristen maupun bukan Kristen memiliki kesamaan: ‘pelarian diri dari dunia’ (fuga mundi).

Cara hidup menyendiri atau dalam komunitas, status selibat atau perawan, doa, praktik askese, perlunya aturan hidup (regula), ketaatan kepada superior/pemimpin komunitas, kaul kemiskinan, pakaian religius, disiplin dan sanksi, dan adanya periode inisiasi (masa novisiat).

Dalam kaitan dengan gerakan monastik Kristen, lantas, di manakah letak kekhasannya? Jawabannya, gerakan monastik Kristen berakar pada nilai-nilai injili yang diajarkan Yesus Kristus, Guru dan teladan para rahib Kristen (J. Mohler).

Adalah benar bahwa Yesus bukanlah seorang rahib atau pertapa, dan tidak pernah membangun sebuah model hidup monastik selama hidup-Nya di dunia. Akan tetapi, hidup dan karya-Nya menginspirasi banyak orang Kristen, khususnya sejak abad keempat dan selanjutnya, untuk melakukan praktik askese dan hidup monastik sebagai ‘jalan yang lebih sempurna’ dalam mengikuti Yesus. Dengan kata lain, panggilan kepada hidup monastik Kristen adalah satu bentuk konsekrasi kepada Yesus Kristus.

Konsekrasi kepada Yesus Kristus berarti pembaktian atau pengabdian diri secara total kepada Kristus. Secara konkret, pembaktian kepada Kristus diwujudkan melalui dua sikap: mengikuti Kristus (Sequela Christi) dan meniru Kristus (Imitatio Christi) (B. Proitetti).

Mengikuti Kristus adalah sikap eksternal di mana seseorang mengambil keputusan untuk meninggalkan segalanya (keluarga, karir, tempat asal) demi mengikuti Kristus dengan memeluk cara hidup monastik/religius. Meniru Kristus adalah sikap internal yang menunjuk pada usaha dan sikap moral untuk meniru cara hidup Kristus lewat penghayatan ketiga kaul religius (kemurnian, kemiskinan, dan ketaatan), sikap rendah hati, belas kasih, setia, jujur dan adil, damai, dll.

Dalam terang injil, konsekrasi kepada Kristus memiliki empat arti (A. Lopez Amat). Keempat arti dimaksud diuraikan sebagai berikut.

Pertama, konsekrasi sebagai panggilan kepada kemuridan yang mensyaratkan satu komitmen total untuk meninggalkan segala sesuatu demi Kristus. Dasar biblisnya adalah Matius 19:21 –  ”Jikalau engkau hendak sempurna, pergilah, juallah segala milikmu dan berikanlah itu kepada orang-orang miskin, maka engkau akan beroleh harta di sorga, kemudian datanglah ke mari dan ikutlah Aku”.

Kedua, konsekrasi sebagai kehendak untuk mencintai Allah dan sesama. Dasar biblisnya adalah Matius 22:37-39 – “Kasihilah Tuhan, Allahmu, dengan segenap hatimu dan dengan segenap jiwamu dan dengan segenap akal budimu. Itulah hukum yang terutama dan yang pertama. Dan hukum yang kedua, yang sama dengan itu, ialah: Kasihilah sesamamu manusia seperti dirimu sendiri”.

Ketiga, konsekrasi kepada Kristus juga berarti kerelaan untuk berkorban dan memikul salib Kristus. Dasar biblisnya adalah Lukas 9:23 – “Setiap orang yang mau mengikut Aku, ia harus menyangkal dirinya, memikul salibnya setiap hari dan mengikut Aku”.

Keempat, konsekrasi sebagai jawaban untuk menjadi sahabat-Nya. Dasar biblisnya adalah Yohanes 15:14-15 – “Kamu adalah sahabat-Ku, jikalau kamu berbuat apa yang Kuperintahkan kepadamu. Aku tidak menyebut kamu lagi hamba, sebab hamba tidak tahu, apa yang diperbuat oleh tuannya, tetapi Aku menyebut kamu sahabat, karena Aku telah memberitahukan kepada kamu segala sesuatu yang telah Kudengar dari Bapa-Ku”.

(tc)

Berikan Komentar
Silakan tulis komentar dalam formulir berikut ini (Gunakan bahasa yang santun). Komentar akan ditampilkan setelah disetujui oleh Admin
AGENDA
LINK TERKAIT